Tanpa disadari,kyai ndar sekarang merasa ragu. Pertanyaan subeno benar-benar telah menyadarkannya bahwa siapapun tahu, barangkali selama ini ia berjalan diatas al Quran yang bukan Quran.
“Subeno! Saya merasa kagum terhadap pertanyaan-pertanyaanmu. Dan saya sadar akan keterbatasan atau, barangkali tepatnya kesalahan saya dalam memilih alur pemikiran islam dari alur-alur yang ada. Saya berjanji akan memperdalam lagi dan akan kembali ke sini untuk mempertanggungjawabkan pekerjaan saya in isuatu hari, isnyaAllah. Dan untuk ini saya minta maaf yang sebesar-besarnya.”
Entries categorized as ‘religi’
Subeno Berontak ( 5 )
February 20, 2007 · Leave a Comment
Categories: religi
Subeno Berontak ( 4 )
February 20, 2007 · Leave a Comment
Selagi sang kyai hening sejenak, subeno nyeletuk lagi
“Baiklah kyai. Katakanlah Tuhan maha sempurna dan suci sehingga tak ada yang lebih bijak lagi. Tapi itu kan kalau dihubungkan dengan kita sebagai makhluk. Tapi kalau dihubungkan denggan sesama Tuhan bukankah hal itu mungkin-mungkin saja kyai. Dan bisa saja antar sesama Tuhan tidak bertengkar bahkan saling bekerjasama dalam penciptaan. Kalau kita, manusia saja suka pada kerukunan apalagi Tuhan kan? Kita semua makhluk bekerjasama, mengapa tidak mungkin Tuhan bekerjasama? makhluk bekerjasama dengan makhluk lain dan minta tolong kepada Tuhan, tapi Tuhan bekerjasama dengan Tuhan tidak meminta bantuan makhluk.”
hmm… merepotkan juga ( pikir kyai ).
Categories: religi
Subeno Berontak ( 3 )
February 20, 2007 · Leave a Comment
Kyai ndar tertegun sejenak, nampaknya kyai ndar sudah paham maksud subeno.
“Mungkin aneh kedengarannya, tapi memang begitu kenyataannya. Sebab seperti yang saya katakan bahwa akal kita itu terbatas, yakni tak dapat mengenali-Nya yang tak terbatas. Maka kita harus kembali ke firman-firmanNya.”
Kemudian subeno menyambung, “Baiklah. Berarti manusia disuruh percaya kepada Al Quran terlebih dahulu sebelum mempercayai Tuhan karena keterbatasan akal mereka. Sekarang saya mau bertanya pada pak kyai, bagaimanakah caranya supaya manusia mempercayai al-Quran?”
Categories: religi


